Pop Games VIVA - Dunia esports telah berkembang pesat dalam satu dekade terakhir. Dari sekadar hobi, kini esports telah menjadi industri bernilai miliaran dolar yang melibatkan jutaan pemain dan penonton dari seluruh dunia. Namun, di balik popularitasnya, ada sejumlah fakta menarik tentang esports yang masih jarang diketahui oleh publik.
Berikut ini adalah 5 fakta mengejutkan tentang dunia esports yang mungkin belum pernah kamu dengar sebelumnya.
1. Turnamen Esports Bisa Mengalahkan Penonton Super Bowl
Tahukah kamu bahwa beberapa turnamen esports berhasil menarik jumlah penonton lebih banyak dibandingkan acara olahraga besar seperti Super Bowl? Misalnya, turnamen League of Legends World Championship 2021 dilaporkan menarik lebih dari 73 juta penonton secara global saat pertandingan final berlangsung.
Angka ini jauh melampaui penonton Super Bowl yang berkisar sekitar 100 juta, namun dengan cakupan regional yang lebih sempit.
Dengan platform seperti Twitch, YouTube Gaming, dan layanan streaming regional, kompetisi esports kini dapat diakses oleh siapa saja, di mana saja, tanpa batasan geografis.
2. Pemain Esports Bisa Mendapat Gaji Ratusan Juta Rupiah per Bulan
Banyak orang mengira bermain game hanyalah kegiatan iseng. Namun, kenyataannya para pro player bisa menghasilkan penghasilan fantastis. Pemain profesional seperti Johan "N0tail" Sundstein, pemain Dota 2 asal Denmark, telah menghasilkan lebih dari USD 7 juta dari hadiah turnamen sepanjang kariernya.
Di Indonesia sendiri, pemain esports ternama seperti BTR Luxxy, EVOS Rekt, atau RRQ Lemon diketahui mendapatkan penghasilan dari gaji tim, sponsor, dan streaming dengan nominal mencapai puluhan hingga ratusan juta rupiah per bulan.
3. Esports Kini Diakui Sebagai Cabang Olahraga Resmi
Salah satu tonggak penting bagi dunia esports adalah pengakuan sebagai cabang olahraga resmi di berbagai negara dan ajang internasional. Esports telah dipertandingkan dalam Asian Games 2018 sebagai cabang eksibisi, dan pada SEA Games 2019 dan 2021, esports menjadi cabang olahraga resmi dengan medali.
Tak hanya di Asia, beberapa negara seperti Korea Selatan, Tiongkok, dan Amerika Serikat telah mengakui atlet esports sebagai atlet profesional, lengkap dengan visa atlet untuk kompetisi internasional.
4. Reaksi Fisik Pemain Esports Setara Atlet Tradisional
Banyak yang meremehkan kemampuan fisik pemain esports. Faktanya, bermain di tingkat profesional membutuhkan refleks, ketahanan mental, dan konsentrasi tinggi. Studi menunjukkan bahwa detak jantung pemain esports selama pertandingan bisa menyamai atlet olahraga fisik seperti pembalap Formula 1 atau pemain tenis profesional.
Selain itu, pemain profesional biasanya memiliki jadwal latihan ketat, mencapai 8-12 jam per hari, mencakup strategi, komunikasi tim, dan pengembangan teknik.
5. Ada Jurusan Kuliah dan Beasiswa Khusus Esports
Dunia pendidikan juga mulai melirik esports sebagai bidang akademis yang menjanjikan. Beberapa universitas di Amerika Serikat, Korea Selatan, dan Eropa telah membuka program studi esports, mulai dari manajemen tim, produksi konten, hingga analisis data pertandingan.
Bahkan, universitas seperti University of California, Irvine (UCI) menawarkan beasiswa esports bagi pelajar berprestasi yang ingin mengembangkan karier di dunia game kompetitif. Tren ini mulai merambah ke Asia Tenggara, termasuk Indonesia, dengan adanya pelatihan dan sertifikasi bagi pelatih dan manajer tim esports.
Esports bukan lagi sekadar permainan, tetapi telah tumbuh menjadi industri global dengan pengaruh besar terhadap ekonomi, budaya, dan pendidikan. Fakta-fakta di atas menunjukkan bahwa dunia esports penuh dengan kejutan dan peluang yang mungkin belum banyak diketahui oleh publik.
Bagi kamu yang tertarik dengan dunia game, sekarang adalah waktu yang tepat untuk lebih serius melihat potensi karier di bidang esports. Siapa tahu, kamu bisa menjadi bagian dari generasi baru atlet digital yang mengharumkan nama bangsa di panggung dunia!
Artikel ini hasil dari generate AI dan telah dimoderasi oleh tim internal VIVA.co.id